Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah. Tampilkan semua postingan

14 Mei 2013

Sarung Bantal Pelangi



Hai crocheters! Saya kembali lagi dengan mempersembahkan...pola sarung bantal rantai! Seperti biasa, pola sarung bantal ini cukup sederhana dan merupakan contoh rajutan 'on-the-go' alias rajutan yang bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun tanpa harus bolak-balik ngeliatin gambar polanya. Gampang deh inget polanya. 

Selain itu, ada sedikit cerita  dibalik terciptanya pola sarung bantal ini. Benang yang digunakan di project ini adalah benang yang saya beli waktu study tour ke Bangkok beberapa bulan lalu. Alasan  memilih benang warna pelangi ini pun mengenaskan sekali. Haha, saya memilih benang pelangi ini karena kebetulan benang ini harganya yang paling muraaah di antara benang lain di toko itu. :')
Benang ini ada di mall Siam Paragon yang department storenya ternyata punya craft corner yang bisa bikin kalang kabut! Mereka menjual bahan-bahan rajutan dan jahit-jahitan mulai dari benang, kain, jarum, aplikasi dan AAAK SEMUANYA LUCUUU!!! Serius, saya mau ditinggal di tempat itu berjam-jam daripada harus ikut jadwal study tour, hehe! Tapi, biarpun semua barangnya lucu maksimum, rupanya hasrat pengen beli ini itu nggak sejalan sama isi dompet. Benang-benang di sini cenderung mahal, sekitar 300 baht ke atas untuk segulung benang 100 gr. Kalau di rupiahkan, harganya memang sama seperti harga benang-benang import. Nah yang dijual di department store itu memang benang-benang import dengan beberapa brand yang juga banyak dijual di Indonesia. Saya pun menanyakan benang lokal yang benar-benar asli made in Thailand, tapi ternyata mereka nggak punya. Akhirnya mbak penjualnya memperlihatkan saya benang rainbow yang memakai brand Thailand meskipun made in Japan. Dan ternyata benang ini termasuk yang paling murah dibanding yang lain, secara 'cuma' 100 baht untuk 50 gramnya! Tetep aja ya murahan benang lokalnya kita, tapi nggak papa deh...biar nggak nyesel begitu sampai di Indonesia ;p

Sarung bantal ini tersusun dari bagian depan dan bagian belakang yang memiliki pola sama, tapi teknis merajutnya sedikit berbeda supaya menghasilkan lubang masuk bantal di bagian belakang yang tidak memerlukan zipper atau risluiting. Semoga foto dan tutorial nya bisa mempermudah ya... Enjoy!


BAGIAN DEPAN
Mulai dengan membuat 73 CHAIN/RANTAI
Baris 1 Buat lagi 6 CHAIN, lalu SC pada lubang ke 11 dari ujung hakpen. Sekarang kamu sudah mendapatkan satu lengkungan rantai. *Buat 6 CHAIN, lewatkan 3 lubang, SC pada lubang berikutnya*. Ulangi langkah yang berada di dalam tanda bintang (*) hingga mendapat 17 lengkungan rantai. Setelah itu, buat 3 CHAIN dan 1 DC yang dimasukkan pada lubang rantai terakhir.

Baris 2 *Buat 6 CHAIN, SC pada lengkungan rantai berikutnya, buat PICOT*. Ulangi langkah yang berada di dalam tanda bintang (*) hingga mendapat 17 lengkungan rantai. Setelah itu, buat 3 CHAIN dan 1 DC yang dimasukkan pada lubang rantai terakhir.

Ulangi Baris 2 hingga rajutan mencapai panjang 40 cm. Jika sudah mencapai 40 cm, gunting benang dan rapikan sisa benang

BAGIAN BELAKANG
Pola untuk bagian belakang sarung bantal, sama persis dengan pola BAGIAN DEPAN. Namun ada langkah yang harus dilakukan untuk membuat 'lubang masuk bantal' tanpa harus menjahitkan zipper/risluiting.
Caranya adalah, ikuti lagi pola rajut BAGIAN DEPAN mulai dari langkah awal. Setelah panjang rajutan mencapai 30 cm, lakukan SLST di tepi rajutan hingga 'turun' sebanyak 10 cm. Buat kembali 73 CHAIN, lalu SLST di bagian seberang rajutan. Ulangi lagi langkah-langkah awal pada pola BAGIAN DEPAN. Lanjutkan rajutan hingga keseluruhan BAGIAN BELAKANG mencapai panjang 40 cm.
PS: Anw, di foto terlihat kalau saya nggak merajut 'menurun' sepanjang 10 cm (maaf! ;p). Tapi pola ini kemudian saya coba lagi dengan mencoba merajut slst 'menurun' sepanjang 10 cm dan...hasilnya lebih bagus!

PENYELESAIAN
Gabungkan BAGIAN DEPAN dan BAGIAN BELAKANG dengan melakukan SC di sekeliling tepi rajutan, dan pastikan SC tersebut menembus kedua lapisan bagian hingga menyatu. Setelah SC di sekeliling rajutan selesai, gunting benang dan rapikan. You're done!

So, how's the pattern? Kalau ada yang membingungkan atau mau tanya apa saja, silahkan tinggalkan komentar di bawah :)
xoxo, tara
















Pin It Now!

13 Februari 2013

Valentine Project with Benangrajutq


Salah satu toko benang favorit saya, benangrajutq, memang rutin bikin weekend project tiap dua minggu sambil bagi-bagi voucher buat dua orang yang ikutan projectnya. Meskipun benangrajutq udah bikin banyaaak weekend project, tapi crafty-tara baru ikut dua kali, termasuk saat dulu ngerajut little bubbly blue purse. Secara saya milih-milih projectnya juga, karena kalau yang dirajut nantinya bakalan nggak dipake, mendingan nggak ikutan deh...hehe ;p

Weekend project kali ini bener-bener dibuat saat weekend, karena weekdays berikutnya udah waktunya masuk kuliah lagi...hiks...give me back my holidaaay!

Anyway, do you love it? Kalau mau bikin, bisa langsung add fb benangrajutq dan liat album foto weekend projectnya. Saya sukaaa project kecil macem ini, karena dengan sedikit kreatifitas, rajutan ini bisa diaplikasikan jadi macam-macam. Untuk sekarang, crocheted heart ini saya buat jadi gantungan (kata inggrisnya: bunting) buat rak buku saya. Meriah!
Pin It Now!

1 Januari 2013

Ombre Cake for the Last Day of 2012

Happy new years dearest craft geeks! Ciye ciye yang abis taun baruan, seru nggak? ;p
Malam tahun baru kemarin, sama seperti beberapa malam-malam tahun baru sebelumnya. Saya tidur, lelap, tanpa dosa dan tanpa sadar berisiknya kembang api dan orang konvoi di jalanan. Tapi, tahun baru ini spesial banget. Karena di hari terakhir tahun 2012, untuk pertama kalinya saya bikin cake! Saya dan para sahabat memang sudah rencana mau bikin cake di tanggal 31. Alasannya simpel sih, karena kita males taun baruan di luar rumah sampai pagi buta dan terjebak macet! Dan kita memang sengaja milih cake yang lagi hits banget sepanjang 2012, Ombre Cake! 
Anyway, bikin kue bareng teman-teman bisa dijadiin ide buat ngerayain acara-acara spesial! Karena selama bikin cake, yang ada cuma ketawa-ketawa, omelan lucu, dan misuh-misuh bahagia, hahaha! Dan yang paling menantang dari ombre cake ini adalah...menghias! Diantara saya dan teman, nggak ada yang pernah menghias cake. Dan akhirnya, sudah pasti hiasan cake jadi abstrak banget. Tapi lucunya, hasil akhir cake jadi super cute banget. Centil!




Pin It Now!

21 November 2012

Coffee Cup Coaster




Hei hei hei! Saya kembali lagi untuk berbagi keceriaan...lewat secangkir rajutan penuh warna! 

Yep, beberapa hari lalu saya baru saja membuat pola rajutan baru berbentuk cangkir untuk dijadikan tatakan atau alas cangkir. Dapet nggak konsepnya? Cangkir di atas cangkir! Hahahaaa.
Saya buat pola ini setelah nyaris dua bulan nggak pernah pegang hakpen lagi (akibat kuliah yang wow banget), jadi cukup menantang buat saya soalnya bentuknya lengkung-lengkung sih.

Ceritanya, si rajutan ini adalah cangkir warna-warni yang berisi kopi. Mmm, to be honest, I'm not a coffee sipper and would rather drink tea, or hot choco. Tapi...karena ide cangkir kopi ini bermula dari keinginan ibu saya yang minta dibikinin alas untuk cangkir kopinya, makanya judulnya jadi Coffee Cup Coaster. Krik.

Oke! Kita lanjut saja ke tutorial rajutnya deh. Di project ini saya pakai benang polyester dari benangrajutq. Haha, di rumah saya punya banyak banget lho benang polyester ini. Tapi sayang, semuanya berwarna 'nyala', jadinya coaster yang saya bikin nuansanya jadi ceria banget kan. Padahal maunya bikin yang sedikit kalem pake warna-warna soft gitu. Mungkin lain kali saya mesti belanja benang lagi, khusus beli polyester warna soft! Dan kenapa saya pakai polyester? Karena benangnya 'tahan banting' dan nggak mudah berserabut kayak benang katun. Polyester emang cocok buat proyek-proyek seperti tas, dompet, atau barang-barang lain yang rentan kotor.



Jadiiii, yang kamu perlukan untuk project ini adalah...
a. Tiga buah benang dengan warna berbeda. Warna 1 untuk badan dan pegangan cangkir, Warna 2 untuk kopi, dan Warna 3 untuk border atau pinggiran rajutan. 
b. Hakpen 4/0 (sesuai dengan benang polyester yang saya pakai)
c. Gunting

Sudah lengkap? Baiklah, mari kita lihat polanya! (maaf ya gambar polanya sedikit berantakan, abisnya ngegambar pola itu susah cyin ;p)

 Dan ini dia step-by-step nya!


1. Dengan menggunakan Warna 1, buat 16 chain.

2. BARIS DASAR CANGKIR (BARIS 1) Buat 3 sc, 2 hdc, 5dc, 2 hdc, 3sc dan 1 chain.

3. BARIS 2 Pindah pada sisi lain chain. Buat 15 sc pada setiap lubang/stitch. Setelah itu buat 1 chain.

4. BARIS 3 Buat 2 sc pada 1 stitch, lanjutkan dengan 13 sc, lalu buat 2 sc kembali pada satu stitch terakhir. ( Total 17 stitch). Setelah itu buat 1 chain.
    BARIS 4 Buat 2 sc pada 1 stitch, lanjutkan dengan 15 sc, lalu buat 2 sc kembali pada satu stitch terakhir. ( Total 19 stitch). Setelah itu buat 1 chain.
    BARIS 5 Buat 2 sc pada 1 stitch, lanjutkan dengan 17 sc, lalu buat 2 sc kembali pada satu stitch terakhir. ( Total 21 stitch). Setelah itu buat 1 chain.
    BARIS 6 Buat 2 sc pada 1 stitch, lanjutkan dengan 19 sc, lalu buat 2 sc kembali pada satu stitch terakhir. ( Total 23 stitch). Setelah itu buat 1 chain.

5. BARIS 7 Buat 2 sc pada 1 stitch, lanjutkan dengan 21 sc, lalu buat 2 sc kembali pada satu stitch terakhir. ( Total 25 stitch). Setelah itu buat 1 chain.
    BARIS 8  - 13 Buat 25 sc. ( Total 25 stitch). Setelah itu buat 2 chain.

6. BARIS 14 Buat 5 dc, 3 hdc, 9 sc, 3 hdc, 5 dc. ( Total 25 stitch). Setelah itu buat 1 chain.

7. BARIS 15 Ganti ke Warna 2, tapi jangan gunting sisa benang Warna 1. Buat 2 sc dimulai dari stitch ke empat dari chain baris sebelumnya (lihat gambar pola). Setelah itu buat 3 hdc, 9 dc, 3 hdc dan 2 sc. Gunting dan rapikan sisa benang Warna 2. ( Total 19 stitch).

8. BARIS 16 Pasang lagi benang Warna 1 pada hakpen, mulai dengan membuat 5 sc dimulai dari atas 3 stitch dc di baris 14 hingga 2 stitch sc di baris 15 (lihat gambar pola). Lalu buat 3 hdc, 9 dc, 3 hdc. Buat 5 sc lagi yang di mulai dari atas 2 stitch sc di baris 15 hingga 3 stitch dc di baris 14. Gunting benang dan rapikan. ( Total 25 stitch).

9. PEGANGAN CANGKIR Menggunakan benang Warna 1, buat 12 chain dimulai dari bagian pinggir baris 8 dan slst pada pinggiran baris 12. Slst lagi pada pinggiran baris 13, lalu sc seluruh chain sebelumnya. Slst pada pinggiran baris ke 7. Gunting benang dan rapikan.

10. BORDER Dengan menggunakan benang Warna 3, sc pada keseluruhan pinggiran cangkir.

11. And...your Coffee Cup Coaster is done! Cute, aren't they? :)


Did you enjoy making it? Please share your story and leave a comment if you would. 
xoxo,
tara ♥

Pin It Now!

19 November 2012

Nyam Nyam Chewy Dark Brownies

Halo! Selamat sore dari Surabaya yang tak kunjung hujan di awal November ini. :)
Bagaimana kabarmu? Semoga tidak sekacau ritme kegiatan saya belakangan ini yaa, haha! Setelah mereview secara kasar blog saya yang hore ini, waaa jadi sadar ternyata saya bukan blogger yang rajin. Liat deh, sarang laba-laba dimana-mana! Jadi kalau ada waktu super senggang seperti long weekend kemarin, pasti saya manfaatkan untuk bikin postingan baru. Because long weekend means a bunch of time for doing some crafty stuff, and...baking some goods!

Baking some goods? Tara, you cook? Yes, I do! Haha, saya suka masak lhooo. Apalagi eksperimen bikin resep-resep masakan baru, meski sering gagal juga (ups). Well, my most favourite things to do in kitchen are cook some noodles and...baking brownies! Saya paling suka makan brownies yang bener-bener dark, dan nggak terlalu manis. Kalau beli di toko-toko, susah nemu brownies yang bener-bener dark cokelatnya dan nggak manis-manis amat. Makanya saya sering 'koleksi' dark chocolates untuk dijadiin brownies. Apalagi kalau ada kesempatan ke luar negeri, pasti wajib beli cokelat hitam. Dan karena kebetulan bulan lalu saya baru saja dari Singapore, jadi saya langsung nyari-nyari toko nya Royce, cokelat favorit ibu saya. Toko cokelat Royce ada di Marina Bay Sands. Dan di sana yang saya beli cuma dark chocolates! Biarpun ada jenis cokelat mulai dari milk sampai liquoir, saya cuma mau dark choco! Hahaa.

Nah karena stok cokelat hitam sudah terkumpul, maka ini saat yang tepat untuk bikin brownies cokelat favorit. Nih saya bagi-bagi resepnya. Di resep ini saya pakai tiga 'sumber' cokelat. Saya pakai kakao bubuk (van houten is the best!), dark choco bars (saya pakai cokelat Royce dan Hershey's) dan chocochip. Karena saya pakai choco bar, maka brownies saya jadi chewy, dan lebih lembut. Sebenarnya dark chocolate bisa diganti cooking chocolate seperti yang dijual di toko bahan kue. Tapi bagi saya cooking chocolate lokal itu terlalu manis. Atau bisa juga diganti dark chocolate merk lokal seperti Silverqueen (my favourite too!), tapi sayangnya di dalamnya ada kacangnya. Mungkin enak kali ya kalau kacangnya juga ikut dimasak...mungkin. Lain kali saya coba deh.

So...ini dia resepnya!

Dark Brownies a la crafty-tara

150 gr tepung
75 gr palm sugar
75 gr gula pasir
3 butir telur
175 gr mentega tawar
90 gr dark chocolate bar cincang
60 gr kakao bubuk
1/2 sendok teh garam
3 sendok teh vanilla
...dan chocochip sebanyak yang kamu mau :)

Bikinnya cukup simpel lho:
1. Campurkan bahan-bahan kering, yaitu tepung, palm sugar, kakao bubuk, garam, vanilla. Sisihkan.
2. Masukkan mentega tawar dan cokelat hitam cincang dalam mangkok, tim di atas panci berisi air panas hingga mentega dan cokelat leleh.
3. Masukkan lelehan mentega ke dalam wadah adonan, masukkan telur satu persatu dan kocok hingga tercampur. Setelah telur masuk semua, masukkan gula pasir dan aduk hingga larut.
4. Setelah adonan mentega telur tercampur rata, masukkan campuran bahan-bahan kering. Setelah tercampur rata, masukkan chocochip perlahan.
5. Tuangkan adonan di loyang yang sudah diolesi mentega. Saya pakai loyang ukuran 23 x 3 cm.
6. Panggang dalam suhu sekitar 100-150 derajat celcius selama 20-30 menit.
7. Voila, you're done! Enjoy your home made brownies! ;))




*See ya till the next posts, ;)
xoxo, Tara Pin It Now!

24 Agustus 2012

Spice on Backyard

Saat ini, di kota-kota besar Indonesia sedang marak dengan kegiatan urban farming atau pertanian dalam kota. Tahu kan? Semacam gerakan untuk mulai sadar dan beraksi kalau kota pun seharusnya mampu memproduksi makanannya sendiri. Istilahnya, tidak terlalu bergantung pada daerah rural atau pedesaan. Kegiatan semacam ini juga efektif untuk menekan emisi gas karbon yang dikeluarkan alat transportasi karena semakin pendeknya jarak pengiriman bahan pangan menuju perkotaan. Selain itu...pastinya kota makin hijau kan. Sejuk! ;D

Nah, kita juga bisa memulai urban farming kecil-kecilan di rumah sendiri lho. Tanam saja sayur atau rempah-rempah yang mudah dirawat dan berkembang, dan pastinya yang bermanfaat untuk kebutuhanmu. 

Saya pun mencoba untuk menanam sayuran sendiri sejak akhir tahun lalu. Sayuran yang pertama kali saya tanam adalah...kangkung! Just because I love tumis kangkung ;p
But it wasn't going smoothly like I ever imagined before! This kangkung project was totally failed. Tahu kenapa? Karena beberapa hari sebelum dipanen, semua daunnya habis dimakan...tikus! Hah, rasanya menggila. Sayur yang udah dirawat berbulan-bulan, langsung habis semalam dimakan tikus! 
'kebun' kangkung  
Tapi akhirnya saya mulai lagi. Mulai lagi menanam tanaman yang lebih mudah dirawat, 'tahan banting', dan... sangat disukai orang serumah. Yes, I decided to plant chillies! Easy, yummy, and surprisingly it turns out pretty, hehe. Dan orang rumah pun ikut-ikutan, seperti ibu saya yang menanam sawi dan pandan. Menanam sawi mudah, cukup tancapkan batang sawi sisa-sisa memasak. Pilih batang yang masih ada akarnya, dan jangan lupa beri pupuk plus air secukupnya.

So, sudah makan sayur dan buah dari pekarangan rumahmu sendiri? Yuk! ;)

Banyak yang pikir kalau cabai ini tanaman hias, gara-gara imut dan merahnya nyala. Padahal pedes, banget.

Sang calon Cah Sawi! ;D


♥♥♥ Happy gardening! ♥♥♥
Pin It Now!